Jakarta, Bimas Islam --- Fenomena alam Gerhana Bulan Parsial/Sebagian menyambangi sebagian langit Indonesia, pada Rabu (17/7) dini hari. Fenomena alam ini merupakan salah satu gerhana pada tahun ini yang bisa disaksikan dari Indonesia.
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
Tim ahli Rukyatul Hilal Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang dipimpin oleh Kasi Bina Lembaga Hisab Rukyat Mat Achwani, mengobservasi langsung fenomena gerhana bulan di Masjid Istiqlal, Jakarta menggunakan 2 telescope dan 1 theodolit.
Berdasarkan data astronomis, Gerhana Bulan Sebagian dimulai pada pukul 03.01 WIB, dan akan berakhir pada pukul 05.59 WIB. "Puncak gerhana terjadi pada pukul 04.30 WIB pada Azimuth bulan 248 derajat, 49 menit, 24 detik dengan Alttitude bulan 22 derajat, 6 menit, 26 detik" ungkap Achwani.
Tampak hadir saat observasi Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola Masjid (BPPMI) Istiqlal Rusli Effendi, para siswa sekolah, dan masyarakat umum. Tim ahli rukyatul hilal Bimas Islam mempersilahkan kepada masyarakat sekitar lokasi untuk melihat langsung gerhana bulan menggunakan telescope.
Selain itu, selama observasi Ditjen Bimas Islam melakukan live streaming di media sosial melalui instagram dengan akun @bimasislam.
Penulis: zaenury
Editor: viqry
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



