Jakarta, Bimas Islam -- Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Raditya Sukmana mengungkapkan keberhasilan pemanfaatan aset wakaf di sektor peternakan. Hal ini disampaikan Raditya saat menjadi narasumber Kelas Literasi Zakat Wakaf di channel Youtube Literasi Zakat Wakaf, Kamis (27/10/2022).
Raditya memaparkan, ide tersebut berawal ketika ia berkunjung ke sebuah pondok pesantren (ponpes). Dalam ponpes tersebut, ia mengungkapkan, makanan dari hasil peternakan seperti daging, telur, dan susu jarang ditemui.
"Alasan mereka saat itu, harga daging mahal. Maka, terlintas ide saya untuk membuka peternakan di atas lahan wakaf," ungkap Raditya.
Ketika lahan wakaf sudah ditemukan, ia melanjutkan dengan mencari perusahaan yang bergerak di bidang produksi hasil ternak untuk menjalin kerja sama. Perusahaan tersebut, lanjutnya, memberi modal bibit dan pakan ternak dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Kemudian, saya meminta kepada para mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) untuk melakukan pengawasan dan perawatan hewan ternak tersebut," lanjutnya.
Raditya menyatakan, hal ini bisa ditiru oleh nazir untuk mengembangkan aset wakaf yang dikelola. Jika hal tersebut berhasil, ia meyakini ketersediaan pangan di Indonesia akan berlimpah.
"Tanahnya tidak perlu bayar karena aset wakaf, modal awal dari CSR perusahaan, tenaga juga dari mahasiswa. Ini merupakan potensi yang bisa dimaksimalkan hanya dari satu sektor, yaitu peternakan," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



