Jakarta, Bimas Islam -- Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Nur Syam mengajak para daiyah untuk mengobarkan semangat keislaman wasathiyah, terutama di era digitalisasi.
"Mari kita kobarkan semangat Islam wasathiyah dengan menjadi agen struktural maupun kultural," ungkapnya saat berbicara pada kegiatan Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam (khusus daiyah) Angkatan II, Senin (29/5/2023) di Jakarta.
Secara struktural, menurut Nur Syam, para daiyah mesti membangun sinergi dan kolaborasi antarorganisasi, dalam memproduksi konten-konten keagamaan yang menyejukkan di media sosial.
Sementara secara kultural, para daiyah diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama dalam keluarga. Menurutnya, para daiyah harus membentengi keluarga dari paham-paham keagamaan yang bertentangan dengan nilai-nilai perdamaian.
"Jadilah agen-agen yang mampu memproduksi konten-konten keagamaan Islam. Islam yang bagaimana? Yang wasathiyah. Wasathiyah yang bagaimana? yang modern," tegasnya.
Ia pun mendorong para daiyah untuk tidak takut menebarkan dakwah wasathiyah. "Tebarkan nilai-nilai keindonesiaan yang berbasis keislaman, tapi Islam yang wasathiyah, yang toleran, yang merangkul, bukan memukul. Jangan takut selama punya basis yang benar," pungkasnya.
Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam (khusus daiyah) Angkatan II ini digelar selama tiga hari, Senin hingga Rabu (29-31/5/2023). Kegiatan ini dihadiri sebanyak 80 daiyah seluruh Indonesia.
Mr



