Jakarta, bimasislam-- Kementerian Agama diusianya yang sudah tidak muda yaitu 72 tahun (3 Januari 1946 - 3 Januari 2018-red) bahkan menuju menua ini diharapkan mampu menjadi teladan bagi kementerian/lembaga lainnya yang secara usia dibawah Kementerian Agama. Demikian disampaikan Menag, Lukman Hakim Saifuddin saat memberi sambutan acara Doa dan Zikir untuk Bangsa yang dilaksanakan di Auditorium, H.M. Rasjidi, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).
Rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag tahun ini mengusung tema ‘Tebarkan Kedamaian’. Acara ini dihadiri seluruh ASN pusat dan beberapa Kantor Wilayah Kemenag diantaranya Kanwil DKI Jakarta, Kanwil Jabar, Kanwil Lampung, Kanwil Banten, UIN, dan sebagian lainnya. Selama acara peserta dzikir dan doa tampak khidmat mengikuti jalannya acara.
Pada kesempatan itu Menag menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pejabat dan ASN ditingkat pusat hingga daerah. “Secara khusus saya sampaikan terimakasih kepada semua yang secara bersungguh-sungguh menjadikan Kementerain Agama mendapatkan 14 capaian keberhasilan yang mendapatkan penghargaan dari kementerian/lembaga yang berwenang hingga penghargaan dari Presiden RI dan Wakil Presiden RI”, ujar Menag.
Ditempat yang sama, Sekjen Kemenag, Nur Syam menegaskanbahwa saat ini Kemenag telah berjalan on the track dan meminta agar langkah ini dipertahankan danditingkatkan kearah yang lebih baik lagi.
Selain itu, Nur Syam juga mengajak agar seluruh ASN di Kemenag menjalankan secara kontinyu 5 nilai budaya kerja yang telah disosialisasikan beberapa tahun terakhir ini, yaitu Integritas, Profesionalitas, Inovas, Tanggung Jawab, dan Keteladanan.
Tausiyah Keagamaan
Usai acara dzikir dan doa serta sambutan dari Menteri Agama, tausiyah keagamaan disampaikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar atau da’i yang akrab disapa AA Gym. Dalam tausiyahnya AA Gym merasa bangga akan keberhasilan Kemenag dalam mendapatkan penghargaan.
“Selaku rakyat Indonesia saya sangat bangga akan Kementerian Agama yang mendapatkan apresiasi atau penghargaan semoga capaian ini tidak melupakan dan melenakan kita sehingga timbulnya penyakit hati yaitu merasa sombong, dengki, dan lainnya, namun lebih dari itu, patut bersyukur bahkan harus lebih baik dari kementerian lainnya, karena Kementerian Agama adalah satu-satunya kementerian yang pertama kali akan dihisab kelak”, ujar AA Gym yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Lebih lanjut AA Gym menyampaikan pesan bahwa terdapat 3 (tiga) penyakit hati, yaitu, pertama, Qolbun Mayyit atau hati yang mati, kedua, Qolbun Maridl atau hati yang sakit, dan ketiga Qolbun Salim atau hati yang selamat.
Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid Bandung ini mengajak kepada seluruh peserta untuk bersama-sama meperbaiki danmenata hati.
“Ketahuilah dalam diri ini terdapat segumpal daging, apabila dia baik baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila dia buruk, buruklah seluruhtubuhnya, ketahuilah bahwa diaadalah hati”, terang AA Gym mengutip hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Kegiatan dzikir dan doa ini diisi pula pembacaan khatam quran dan pembacaan shalawat yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.HAB Kemenag tahun 2017 terasa sangat meriah dengan digelarnya beberapa pertandingan cabang olah raga, dan Bazar. Acara puncak sendiri akan diisi dengan Tasyakuran yang akan diisi oleh Kiai Kanjeng pada tanggal 11 januari 2018. (ash/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



