Jakarta, Bimas Islam --- Dai Milenial, Habib Husein Ja’far mengajak milenial Muslim untuk meramaikan konten moderat di dunia maya. Menurut Habib Husein, konten bernafaskan moderasi beragama di dunia belum terlalu banyak.
Hal ini disampaikan Habib Husein dalam forum Road to International Conference on Religious Moderation (ICROM) 2022 bertema Moderasi Beragama di Kalangan Milenial yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam Kemenag bekerja sama dengan El-Bukhari Institute.
“Milenial Muslim harus aktif menyampaikan moderasi beragama di dunia maya. Saya berpandangan bahwa selama ini kita kalah dengan kelompok-kelompok kiri dalam hal kualitas dan kuantitas di dunia maya,” kata Habib Husein dalam acara yang digelar melalui daring, Jumat (8/7).
Padahal, kata Habib Husein, berdasarkan riset yang dilakukan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta tahun 2021 menemukan sebanyak 63 persen masyarakat belajar tentang Islam dari dunia maya. Sementara riset Alvara Strategic pada 2019 menemukan Youtube menjadi kanal nomor 4 dalam memberikan pengaruh bagi umat Islam tentang keislaman.
“Riset tersebut dilakukan secara umum, tidak memandang usia, apalagi kalau kita lebih sempitkan lagi pada kalangan milenial dan generasi Z. Problemnya adalah mereka disuguhi konten-konten yang tidak moderat jauh lebih tinggi daripada konten-konten yang moderat. Hasilnya kita tahu sendiri,” katanya.
Dia menegaskan, kebenaran yang tidak terstruktur dengan baik pasti akan dikalahkan oleh kejahatan yang terstruktur. Fakta ini, kata dia, yang sekarang menjadi masalah di kalangan pendakwah-pendakwah moderat.
“Masih dari riset PPIM UIN Jakarta, konten moderat meski tak menggunakan brand moderasi beragama itu hanya menguasai 23 persen perbincangan di media digital. Sementara konten yang tidak moderat itu menguasai lebih dari 60 persen. Ini kita baru bicara kuantitas, belum kualitas,” katanya.
Sementara dari segi kualitas, Habib Husein juga mengakui konten-konten terkait moderasi beragama masih belum unggul. Karenanya, dia mengajak milenial untuk semakin giat menyebarkan konten-konten kebaikan di dunia maya.
“Misalnya, konten-konten yang tidak moderat itu bisa memaparkan apa yang dia pahami dalam satu menit. Sementara kita perlu berpuluh-puluh menit. Ini kurang efektif. Padahal rata-rata masyarakat Indonesia menonton satu video di dunia maya itu 12 menit. Maka kita perlu lebih giat lagi,” katanya.
Sebagai informasi, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan El-Bukhari Institute akan menyelenggarakan International Conference on Religious Moderation (ICROM) bertema Religious Moderation in the Digital Space pada Selasa-Kamis, 26-28 Juli 2022 mendatang. Kegiatan ini akan diselenggarakan secara hybrid.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



