Palembang, Bimas Islam --- Pendakwah Habib Husein Ja'far Al-Hadar mengungkapkan, untuk menjaga realitas keragaman di Indonesia harus memiliki imajinasi yang sama.
Hal itu dikatakan Habib Husein saat menjadi narasumber pada acara Bina Moderasi Beragama bagi Generasi Islam Milenial yang digelar oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama pada Kamis (9/6) di Palembang, Sumatera Selatan.
Habib Husein menuturkan, berdasarkan riset dari Benedict Anderson yang mengatakan, penyebab manusia tetap tidak saling curiga, menyakiti, dan membunuh satu sama lain, itu karena manusia punya imajinasi yang sama. Indonesia, menurut Habib Husein memiliki kekuatan imajinasi yang sama pada Pancasila UUD 1945, NKRI, dan lain sebagainya. Tidak utamanya pada hal-hal yang sifatnya formalistis tapi pada imajinasi.
“Selama saya menganggap anda saudara, maka saya tidak akan menyakiti anda. Itu utamanya, ada atau tidak ada hukum asalkan kita punya imajinasi yang sama atau sebagai saudara,” ungkapnya.
Penulis keislaman dan Youtuber itu mencontohkan, misalnya umat Islam di Indonesia dengan masyarakat Palestina, tidak ada persaudaraan apapun kecuali persaudaraan imajinatif sebagai sesama umat Islam.
“Jadi imajinasi itu yang terpenting, karena Indonesia bagi sebagian orang termasuk saya, hari kelahirannya adalah saat sumpah pemuda tahun 1928, lalu tahun 1945 ibarat pernikahan itu resepsinya, tapi akad nikahnya tahun 1928 ketika ada sumpah tentang persatuan Indonesia,” jelasnya.
Di depan 70 peserta perwakilan organisasi kepemudaan Islam, dan penyuluh agama itu, Habib Husein Ja'far Al-Hadar menjelaskan, sejarah itu menunjukkan Indonesia mengikat selalu dengan sumpah, maka dari itu ada sumpah palapa, karena yang diikat adalah imajinasi, kemudian imajinasi itu diikat dengan sumpah.
Sebagai informasi, 70 peserta penyuluh agama dan organisasi kepemudaan dari unsur Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Gerakan Pemuda Ansor, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), dan Penyuluh Agama Islam, dengan melakuan test antigen terlebih dahulu dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



