Jakarta, bimasislam— Novelis ternama Indonesia, Habiburrahman el-Shirazy, meminta pemerintah untuk terus berinovasi mengembangkan seni budaya Islam di tanah air. Hal tersebut diungkapkan penulis novel terkenal Ayat-Ayat Cinta itu saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Lembaga Seni Budaya Islam yang digelar di Grand Tropic Suites Hotel, Jakarta, Kamis (7/12/2017).
Dikatakannya, di Eropa penghargaan terhadap karya seni sangat tinggi. Demikian pula di negara timur tengah seperti Mesir dan Libanon.
“Di Eropa hasil karya seni masih sangat dihargai, begitu juga di negara timur tengah seperti Mesir dan Libanon. Oleh karena itu di Indonesia, selain peduli, juga perlu ada inovasi untuk terus memgembangkan seni budaya Islam.” kata pria yang akrab disapa Kang Abik itu.
Sementara itu, Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Islam, Direktorat Penerangan Agama Islam, Yayat Supriadi, mengatakan pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan seni budaya dan siaran keagamaan Islam di tanah air.
“Sejumlah upaya dan terobosan terus kami lakukan untuk mengembangkan kesenian Islam di tanah air,” katanya.
Selain memberikan fasilitas dan terus berkoordinasi, dikatakan Yayat, pihaknya juga secara rutin menggelar sejumlah event untuk terus melestarikan seni budaya Islam. Di antaranya Festival Hadrah al-Banjari, Perlombaan Kaligrafi Islam Nusantara, Rakor Seni Budaya Islam Indonesia, dan sebagainya. Ia juga menyebut bahwa pihaknya terus bekerjasama dengan sejumlah lembaga seni budaya Islam di tanah air.
“Saat ini selain Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI), juga ada Lembaga Seni Budaya Muslim (LESBUMI), Asosiasi Nasyid Nusantara (ASN), Persatuan Kaligrafer dan Zukhrufah Indonesia (Perkazi), Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI), dan sebagainya.”
Ditambahkan Yayat, tujuan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Lembaga Seni Budaya Islam tersebut juga untuk meningkatkan kualitas seniman dan budayawan Muslim di Indonesia dalam menghadapi era globalisasi. “Selain itu, kami juga berharap kegiatan ini mampu menyatukan persepsi di antara para seniman dalam pengembangan seni budaya Islam,” imbuhnya.
Rapat Koordinasi Seni Budaya Islam diikuti oleh 50 peserta yang merupakan utusan dari lembaga seni budaya Islam di Indonesia. Kegiatan ini juga mengundang narasumber dari pejabat internal Bimas Islam dan sejumlah budayawan Muslim.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



