Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengajak para penceramah untuk bertransformasi merespons realitas yang terjadi saat ini yaitu era kontestasi perebutan otoritas keagamaan di ruang-ruang publik.
“Kemunculan teknologi informasi dan derasnya penggunaan media sosial harus digunakan para penceramah dengan konten-konten edukatif dan mencerahkan,” kata Dirjen memberikan sambutan saat FGD Penanganan Konflik Keagamaan Melalui Peran Khatib di Hotel Milenium, Jakarta, Selasa (24/5).
Dirjen mengatakan, terlambatnya penceramah merespons realita saat ini membuat banyaknya bermunculan sejumlah tokoh yang seakan mendapatkan otoritas di ruang publik, khususnya di ruang media sosial.
“Meskipun kapasitas keilmuan keagamaannya masih kurang tapi faktanya pemenang era kontestasi adalah mereka yang belum tentu memiliki paham keagamaan yang luas dan dalam dengan basis sanad keilmuan yang kokoh,” ujarnya.
Dirjen menilai, tidak bisa dipungkiri era modernitas harus dihadapi para penceramah, pemuka agama, khatib, dan cendekiawan untuk bisa terus mencerahkan umat.
“Inilah tugas pemerintah dan pemuka agama untuk berkolaborasi memberikan pencerahan kepada masyarakat agar terhindar dari paham-paham keagamaan bermasalah,” pungkasnya.
Kegiatan bertema Membangun Ukhuwah Menjaga Negeri diikuti 40 peserta dari Ikatan Khatib Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Tampak hadir Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Adib, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik (BPKI-PK) Akmal Salim Ruhana, dan Subkoordinator Bina Paham Idrianto Faishal.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



