Jakarta, Bimas Islam --- Sejumlah tokoh agama yang terdiri dari ormas, lembaga dakwah, dan majelis taklim menghadiri Dialog Peran Ormas, Lembaga Dakwah, dan Majelis Taklim dalam Menyosialisasikan Prokes 5M kepada Masyarakat yang dihelat Ditjen Bimas Islam secara daring, Selasa (3/8).
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh Indonesia (DPP JATMI), KH. Mukhlas Syarkun mengatakan, pihaknya sudah menggencarkan gerakan “Vaksin Rohani” untuk menguatkan spiritual masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.
“Jauh sebelum adanya vaksin di Indonesia, berdasarkan hasil rapat pleno pengurus JATMI se-Indonesia di Pesantren Madani Gunungpati, Semarang, bersepakat meluncurkan gerakan Vaksin Rohani pada 20 September 2020, sebagai salah satu ikhtiar hadapi pandemi Covid-19,” ujarnya pada acara yang dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam Kamarudiin Amin itu.
Menurut Kiai Mukhlas, salah satu gerakan Vaksin Rohani yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menghadapi pandemi tidak hanya menggunakan pendekatan rasional saja, tapi juga menggunakan pendekatan spiritual atau keagamaan, sehingga terjadi keseimbangan antara lahir dan batin.
“Dalam situasi yang tidak menentu ini, membangun kesadaran pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani sebagai anugerah Allah SWT yang harus disyukuri dengan cara disiplin prokes 5M dan 1D seperti yang disampaikan Dirjen Bimas Islam tadi,” katanya Kiai Mukhlas pada acara yang juga disiarkan langsung melalui Channel Youtube Bimas Islam TV itu.
Menurut Kiai Mukhlas, selain pendekatan keagamaan, gerakan ini juga menggunakan pendekatan kearifan lokal sesuai daerah setempat yang berkembang di masyarakat Indonesia yang majemuk dan berbagai kebiasaan yang melekat pada masayrakat.
“Gerakan ini terus kami lakukan hingga saat ini, dengan tujuan agar masyarakat tidak terlalu cemas menghadapi Covid-19 dan menyukseskan program vaksinasi serta kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi ini,” ungkapnya.
Kiai Mukhlas mukhlas menambahkan, oleh karena itu kehadiran tokoh agama yang dekat dengan masyarakat menjadi sangat penting untuk memberikan edukasi dan pencerahan, di tengah maraknya berita hoaks dan informasi yang membuat kecemasan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, Dialog tersebut merupakan kegiatan Subdit Kemitraan Umat Islam Direktorat Penerangan Agama Islam. Hadir dalam acara tersebut, Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



