Sidoarjo, bimasislam --- Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur (Kemenag Jatim), menggelar acara Jambore Penyuluh Agama Islam dan Lintas Agama seluruh Jawa Timur, di Arena Perkemahan Kantor Kemenag Jatim.
Di hari pertama pelaksanaan Jambore, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammadiyah Amin hadir memberi apresiasi atas terselenggaranya acara yang dinilai inovatif sekaligus menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta. Dirjen berpesan agar seluruh penyuluh agama terus menebarkan kedamaian dalam menjalankan fungsi penyuluhan.
“Penekanan kita adalah Dakwah Damai, Dakwah Wasathy. Beragama memang harus radikal dalam arti sungguh-sungguh dan mendalam tapi kita menolak radikalisme, karena radikalisme itu menganggap hanya dia yang benar, ini bahaya”, ujarnya Amin di hadapan peserta Jambore, Selasa (3/7) malam.
Selain itu, Mantan Rektor IAIN Gorontalo itu juga mengajak seluruh Penyuluh Lintas Agama agar menjadi gaul. Gaul yang dimaksud adalah melek teknologi sehingga mengikuti isu-isu aktual yang sedang berkembang melalui media sosial.
“Penyuluh jangan ketinggalan berita, sekali lagi harus gaul. Karena isu-isu berkembang sangat cepat. Berita aktual harus tahu dan tahu bagaimana menyikapinya, contoh itu Sabyan (artis-red) bisa terkenal karena memanfaatkan media sosial sampai ke luar negeri”, terangnya.
Di akhir sambutannya, Dirjen berjanji pemerintah akan terus memperjuangkan perbaikan regulasi dan kesejahteraan penyuluh agama. “Penyuluh Agama adalah garda terdepan Kementerian Agama, sesuai arahan Bapak Menteri Agama agar Dirjen terus mengawa untuk perbaikan regulasi suoaya penyuluh bisa semakin baik dan komitmen itu dibuktikan oleh Menteri di mana beliau sangat senang bila bertemu dengan para penyuluh”, ungkap Dirjen yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.
Pantauan bimasislam, para peserta terlihat antusias mengikuti Jambore yang diikuti oleh 586 Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Non PNS, Perwakilan Lintas Agama sebanyak 98 orang dan 240 pembina OSIS.
Untuk diketahui, Jambore Penyuluh Lintas Agama kali ini adalah digelar untuk yag kedua kalinya. Yang pertama digelar pada tahun 2017 di Kabupaten Lumajang tepatnya di Puncak B29 atau dikenal dengan negeri di atas awan. Tahun ini dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 3 sampai 5 Juli 2018.
Beberapa rangkaian acara di antaranya Lomba Penyuluh Teladan Kreatif dan Inovatif dari PAI Fungsional dan PAI Non PNS, Lomba Mars Penyuluh, Lomba Tendaku Rapi dan Indah, dan di penghujung acara akan diadakan Bincang-Bincang dengan Menteri Agama. Acara secara resmi dibuka oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur dan dilanjutkan pembacaan deklarasi damai oleh masing-masing perwakilan penyuluh antar umat beragama.
Penulis: syamsuddin
Editor: nhkurniawan
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



