Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin memaparkan sejumlah pengelolaan wakaf produktif di berbagai belahan dunia. Salah satu contohnya, yakni wakaf Habib Bugak Habsyi Aceh di sekitar Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.
"Kini telah berdiri hotel mewah dengan kapasitas 1.800 kamar yang berjarak hanya 300 meter dari Masjidil Haram," ungkap Kamaruddin dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) di Asrama Haji Jakarta, Rabu (23/11/2022).
Kamaruddin menjelaskan, hasil pengelolaan wakaf tersebut dibagikan kepada para jemaah haji, pelajar, dan warga keturunan asal Aceh. Hal tersebut, lanjutnya, dapat ditiru para nazir yang mengelola aset wakaf agar lebih produktif.
"Ada banyak sekali cara yang bisa ditiru para nazir jika kita ingin mengembangkannya. Ini merupakan potensi yang sangat besar untuk pengembangan ekonomi syariah," lanjutnya.
Kamaruddin menambahkan, potensi wakaf uang di Indonesia yang cukup besar dapat dimanfaatkan melalui pengumpulan di sektor pendidikan. Menurutnya, ada lebih dari 20 juta siswa, santri, dan mahasiswa yang bisa diajak untuk berwakaf uang.
"Jika dari mereka dapat menyisihkan wakaf uang 5.000 rupiah saja, itu bisa didapatkan sekitar 100 triliun rupiah untuk wakaf uang," tandasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



