Jakarta, Bimas Islam --- Butuh perjuangan keras untuk menghafal 30 juz Al-Qur'an. Setelah hafal, perjuangan berikutnya adalah menjaga hafalan.
Murajaah atau mengulang hafalan kerap menjadi momok bagi para penghafal Al-Qur'an. Ibarat pisau, ketika tak pernah diasah dan digunakan akan menjadi tumpul. Begitu pula hafalan.
"Mengulang hafalan harus dilakukan. Rata-rata sehari 2-3 juz. Capaian terbesar 6 juz per hari," ungkap Ahmad Fauzan saat ditemui di Hotel Millennium, Jakarta, Jumat (25/3/22).
Fauzan merupakan finalis Cabang Hafalan 30 Juz Al-Qur'an pada Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Al-Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-14 yang digelar pada Selasa-Jumat, 22-25 Maret 2022. Bersama 4 pesaingnya, Fauzan berhak melaju ke babak final pada musabaqah yang diikuti 250 hafiz/hafizah terbaik dari seluruh Indonesia.
"Saat menghafal maupun mengulang hafalan, lingkungan sangat berpengaruh. Harus fokus, usahakan tanpa gangguan," ungkap santri Pondok Pesantren Al-Hudzaifiyah, Kolaka, Sulawesi Tenggara ini.
Fauzan menambahkan, keseharian seseorang juga amat berpengaruh dalam menjaga hafalan. Kepada diri dan sesama, ia berpesan untuk menjauhi maksiat dengan sekuat tenaga.
"Jauhi maksiat, terutama maksiat mata yang kerap datang melalui ponsel. Maksiat ini penghilang hafalan yang paling besar dan utama," pungkasnya berpesan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



