Jakarta, Bimas Islam -- Tradisi halalbihalal menjadi kegiatan rutin saat merayakan Idulfitri untuk menyambung silaturahim dan saling bermaafan.
Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UIN Jakarta, Ahmad Thib Raya menjelaskan, halalbihalal ini bermakna saling meminta maaf atas segala kesalahan.
Ia mengatakan, kegiatan halalbihalal merupakan momen tepat untuk saling memaafkan dan menghapus penyakit hati seperti dendam, iri dengki, dan sebagainya.
Dalam kegiatan halalbihalal, imbuhnya, ada satu pihak yang memberi maaf, dan pihak lain menerima maaf. Dikatakannya, hal tersebut merupakan inti dari kegiatan halalbihalal.
"Inti dari pada kegiatan halalbihalal itu adalah satu pihak memberi maaf kepada yang lain dan pihak lain menerima permohonan maaf sekaligus juga dia meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukannya. Itulah inti dari halalbihalal itu dan itulah makna utama dari halabihalal," ucapnya dalam progam Edukasi Syariah Bimas Islam, Rabu (26/4/23).
"Halalbihalal adalah saling memohon maaf atas kesalahan yang telah berlalu. Itu makna hakikat dari halalbihalal," pungkasnya.
Msk/Mr



