Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama Melalui Subdit Kepustakaan Islam Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) sedang menggencarkan digitalisasi buku-buku keagamaan Islam.
Direktur Urais Binsyar Moh. Agus Salim mengatakan, kedepannya keberadaan perpustakaan secara digital atau e-library dapat mendorong tingkat minat baca masyarakat Indonesia.
“Hari ini, Indonesia memperingati Hari Buku Nasional 2021, tentu cita-cita kami tidak ada ketimpangan akses literasi di masyarakat, baik di perkotaan maupun masyarakat yang berada di daerah, sehingga dengan adanya digitalisasi buku-buku ini, semua masyarakat mendapatkan akses literasi yang sama,” ujar Agus di Jakarta, Senin (17/5).
Selain itu menurut Agus, berdasarkan hasil riset Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sepanjang tahun 2020 menyebut durasi rata-rata membaca buku masyarakat Indonesia adalah 1 jam 36 menit. Artinya tingkat minat membaca masyarakat Indonesia masih berada dalam kategori sedang.
“Oleh karena itu kami sedang menggencarkan digitalisasi semua buku yang ada di Kepustakaan Islam, dan kami juga menyiapkan bantuan sejumlah buku dan rak bukunya untuk di KUA,” ujarnya.
Agus menambahkan, buku-buku keagamaan Islam tentu menjadi referensi banyak kalangan, terutama masyarakat muslim, maka harus mudah diakses.
Agus menambahkan, dengan digitalisasi buku-buku keagamaan Islam, tentu akan mempermudah masyarakat muslim untuk mengangkes dan menjadi referensi terkait keagamaan.
“Perpustakaan tidak hanya bentuk fisiknya, tapi juga bisa e-library atau bisa diakses secara digital, maka sudah saatnya perpustakaan baik perpustakaan umum, maupun perpustakaan masjid terus ditingkatkan, agar mempermudah masyarakat muslim dalam mencari sumber bacaan,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



