Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), M. Fuad Nasar mengingatkan kepada orang tua untuk membekali buah hatinya dengan bekal terbaik, yakni agama dan ilmu pengetahuan. Hal tersebut dikatakannya dalam memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli.
“Bekal agama dan ilmu pengetahuan sebagai pondasi kehidupan menjadikan anak-anak kita tumbuh sebagai pribadi yang bermoralitas baik, berakhlak, tangguh, kreatif, mandiri, toleran, dan tidak canggung menghadapi tantangan zaman,” kata Sesditjen di Jakarta, Jumat (22/7).
“Pembekalan agama dan ilmu pengetahuan tak dapat dipisahkan dari penguatan fungsi keluarga sebagai tempat persemaian keimanan dan akhlak mulia sejak usia dini untuk masa depan terbaik anak,” lanjutnya.
Dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional Tahun 2022 bertema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" Sesditjen mendorong orang tua untuk memperhatikan gizi pertumbuhan jiwa dan raga anak secara seimbang.
Sesditjen mengingatkan, jangan sampai buah hati kita cukup gizi untuk pertumbuhan fisik jasmaninya, tetapi jiwanya kering dan gersang akibat kehilangan kasih sayang orangtua, terasing dari nilai-nilai agama, dan tidak adanya panutan dalam keluarga.
“Mari wujudkan dan pelihara lingkungan yang sehat, ramah anak tidak hanya secara fisik, tapi juga secara mental-spiritual, dan sosial agar terbentuk generasi bangsa yang berkualitas,” ujarnya,
Selain itu, Sesditjen juga berpesan kepada orang tua agar melindungi anak dari tindakan kekerasan, pornografi, dan bahaya narkoba. “Tunas generasi bangsa tidak cukup hanya terpelajar tetapi juga harus terdidik,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



