Jakarta, Bimad Islam -- Menteri Agama Nasaruddin Umar, dijadwalkan mengisi kajian Tasawuf di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Jl MH Thamrin No 6 Jakarta Pusat, pada Rabu, 22 Januari 2025. Kegiatan ini akan diikuti para pegawai Kemenag dan masyarakat umum yang tertarik untuk memperdalam pemahaman tentang Tasawuf sebagai bagian dari pengembangan moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut dikatakan Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas yang juga Kasubdit Kemasjidan Ditjen Bimas Islam Kemenag, Akmal Salim Ruhana di Jakarta, Rabu (22/1/2025).
“Kegiatan ini digelar dalam rangka melanjutkan pengajian (Menag) Prof. Nasaruddin saat jadi Dirjen Bimas Islam dan Wamenag kala itu. Jadi, silakan bergabung dan ajak teman-teman. Masyarakat dari luar boleh datang karena pengajian ini terbuka untuk umum,” ujar Akmal.
Kajian ini, lanjut Akmal, bertujuan untuk memberi wawasan yang lebih mendalam mengenai aspek ruhaniyah dalam ajaran Islam, serta bagaimana tasawuf dapat menjadi pedoman dalam membangun karakter pribadi yang lebih baik.
Dalam pengajian pada Rabu nanti, Menag Nasaruddin Umar akan membacakan kitab yang berisi tentang Tasawuf yang relevan dengan tantangan zaman modern, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek duniawi dan ukhrawi dalam kehidupan umat Islam.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi ajang bagi kita untuk bersama-sama mendalami dan mengamalkan ajaran Tasawuf, yang sejatinya mengajak kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Akmal.
Eks peneliti Balitbang Diklat ini berharap, kajian tersebut dapat memberi manfaat bagi siapa saja yang ingin memperdalam ilmu agama, terutama di bidang Tasawuf, yang dikenal sebagai salah satu cabang ilmu dalam Islam yang sangat menekankan pada aspek kesucian hati dan kedekatan dengan Tuhan.
Pihaknya mewakili DKM Masjid Al-Ikhlas berharap masyarakat dapat membagikan info tersebut seluas-luasnya. “Selain kajian Tasawuf, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kemenag untuk mempererat tali silaturahmi antarpegawai Kemenag serta masyarakat luas, untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan rukun,” pungkas Akmal.
(Ova/Mr)



