Jakarta, Bimas Islam --- Memasuki hari ke-7 banjir luapan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh yang terjadi sejak Sabtu, 1 Januari 2022 hingga kini belum surut. Ribuan warga masih mengungsi di titik-titik pengungsian.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari meminta kepada Penyuluh Agama Islam untuk ikut memberikan dukungan sosial dengan pendekatan keagamaan.
"Dukungan sosial atau moral dari Penyuluh sangat penting dan dibutuhkan, dengan menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat yang terdampak banjir, diharapkan masyarakat bisa tenang dan sabar," kata Azhari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/1/2022).
Namun ia berpesan, penyuluhan tersebut harus dilakukan sesuai dengan keadaan, misalnya memberikan dukungan sosial tersebut bisa dilakukan di posko pengungsian.
Dalam kunjungannya, selain memberikan bantuan sembako ke lokasi terdampak, Azhari juga menggelar pertemuan bersama Kepala KUA dan juga para Penyuluh Agama Islam yang terdampak banjir.
“Meskipun KUA dalam kondisi banjir, namun pelayanan dan penyuluhan harus tetap berjalan seperti biasanya. Kita juga tetap bisa melayani masyarakat sesuai dengan kondisi, tapi jangan pula kita menjadi korban. Kita harus menjadi penyelamat diri kita sendiri baru bisa membantu orang lain," kata Azhari.
Bantuan sembako berupa beras, telur, minyak goreng, gula pasir, mie instan, dan kain sarung tersebut menurutnya bersumber dari bantuan Kanwil Kemenag Aceh yang terhimpun melalui Program Kemenag Aceh Peduli.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Aceh Timur, Muhammad Mansyur mengatakan, ada dua KUA di Aceh Timur yang terdampak banjir, yakni KUA Kecamatan Indra Makmur dan KUA Kecamatan Peureulak Barat.
Ia menuturkan, akibat banjir, sejumlah dokumen di KUA tersebut ikut terdampak. Selain itu, pelayanan KUA tersebut untuk sementara waktu dialihkan ke masjid.
"KUA Indra Makmur yang jelas hampir sebagian besar alat di kantor itu terimbas, termasuk beberapa dokumen KUA tidak bisa diselamatkan karena waktu yang mendadak," katanya.
Kemudian KUA Peureulak Barat untuk saat ini masih tergenang air, akan tetapi menurutnya, beberapa dokumen masih bisa diselamatkan.
“Semoga musibah ini segera usai dan tidak ada korban jiwa, serta masyarakat bisa kembali beraktivitas,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



