Jakarta, Bimas Islam --- Indonesia memperingati Hari Pahlawan setiap 10 November. Pada peringatan tahun ini, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Tarmizi Tohor menyatakan, amil adalah pahlawan bagi kaum duafa di Indonesia.
“Amil adalah ujung tombak dalam membantu pemerintah menangani korban Covid-19. Jadi sangat pantas amil disebut sebagai pahlawan,” katanya saat diwawancara Rabu (10/11).
Direktur mengatakan, banyak kontribusi amil dalam membantu kaum duafa korban Covid-19, seperti membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan bantuan terhadap anak yatim.
“Amil bersama lembaga pengelola zakat melakukan langkah yang tepat menyalurkan dana zakat dalam membantu usaha masyarakat, terutama pelaku UMKM kurang mampu melalui bantuan modal,” ujarnya.
Direktur mengatakan, kehadiran Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan pelbagai program pemberdayaan ekonomi seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan program Baznas Microfinance Desa (BMD), dan Rumah Zakat dengan program Borong Berbagi kepada kelompok usaha Bina Sejahtera dapat memberikan harapan UMKM untuk terus berjuang di masa pandemi Covid-19.
“Sedangkan program anak yatim yang dilakukan oleh lembaga amil zakat di bawah naungan FOZ merupakan program kolaboratif dan strategis, dengan 4 layanan utama yang menjadi fokus layanan bantuan hidup dasar, layanan dukungan psikososial, layanan beasiswa pendidikan, dan layanan dukungan ekonomi keluarga,” tuturnya.
“Kehadiran amil dengan program pemberdayaan ekonomi, dan anak yatim telah menjalankan salah satu fungsi zakat bagi mustahik dan duafa,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



