Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak kaum muda untuk meneruskan idealisme kepahlawanan dengan pengabdian tinggi kepada bangsa dan negara. Kepahlawanan di masa kini dimaknai sebagai kesadaran untuk mendedikasikan diri secara lurus tulus tanpa pamrih ke dalam cita-cita mulia kemanusiaan.
Fuad menyampaikan, kepahlawanan yang paripurna untuk meraih kemerdekaan bangsa, seperti yang dilakukan oleh para pejuang seperti Imam Bonjol, Teuku Umar, Diponegoro, Tjokroaminoto, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, sudah tidak ada lagi di masa kini. Namun, idealisme kepahlawanan dalam diferensiasi tertentu dapat ditemukan di kalangan generasi milenial.
"Tindakan kepahlawanan dewasa ini bisa dalam bentuk kebaktian sosial dan kemanusiaan di luar yang menjadi kewajiban formal, seperti tindakan memfasilitasi bantuan komunitas miskin, difabel, anak-anak yang dikucilkan akibat menderita HIV, penderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) serta pengabdian guru honorer dan dai di daerah terpencil," terang Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Selasa (10/11/2021).
Fuad juga mengapresiasi kepeloporan pegiat sejarah dan literasi. Mereka menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya agar melakukan sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi sesama.
"Saya salut dengan anak-anak muda inspiratif yang berjiwa sosial secara mandiri. Prinsip hidup mereka saya kira bukan muda kaya raya, mati masuk surga, melainkan muda bermanfaat, dan mati meninggalkan jasa," tegas Fuad.
Fuad menambahkan, rasa kepahlawanan pada masa kini perlu dipupuk. Negara berkewajiban menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuh kembangnya sikap sosial dan gerakan social volunteer bagi warga negara.
"Saya mengenal baik beberapa sosok social influencer yang menggunakan media sosialnya untuk menyuarakan isu-isu kemanusiaan, menyuarakan kepeduliaan terhadap mereka yang dikucilkan atau terpinggirkan serta mengajak orang lain untuk bersama-sama memberi dan berbagi. Dalam hidup ini memang harus ada misi yang diperjuangkan untuk kemuliaan sesama.Orang yang misi hidupnya bukan sekadar mencari kesejahteraan buat diri sendiri, tetapi ingin selalu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar, agama, negara dan kemanusiaan, dia telah mewarisi sebagian dari jiwa kepahlawanan." tutupnya.
*Keterangan Foto: M. Fuad Nasar bersama tokoh pers nasional dan wartawan pejuang almarhum H. Soebagijo I. N.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



