Jakarta, Bimas Islam --- Memperingati Hari Pajak tanggal 14 Juli, Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar menekankan pentingnya kesadaran warga negara dalam membayar pajak.
Sesditjen mengatakan, upaya persuasif yang dilakukan pemerintah khususnya Ditjen Pajak untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak bagi wajib pajak orang pribadi dan perusahaan, tentunya bukan sekadar untuk mengejar target penerimaan pajak tiap tahun, namun ada nilai moril sangat mendasar bahwa membayar pajak adalah bagian dari nasionalisme modern dan tanggung jawab bernegara.
“Pajak setelah Indonesia merdeka tidak sama dengan belasting di zaman kolonial yang dibayar dengan keterpaksaan untuk kepentingan kaum penjajah. Membayar pajak sebagai tanggung jawab bernegara tentu dilaksanakan bukan karena keterpaksaan, melainkan atas dasar keikhlasan dan kecintaan pada negara," kata Sesditjen di Jakarta, Kamis (14/07).
Sesditjen mengatakan, pajak merupakan andalan penerimaan negara dan pembiayaan pembangunan yang dikelola sesuai aturan perundang-undangan. Untuk itu, pengelolaan pajak perlu senantiasa mengedepankan prinsip keadilan, kepastian hukum, keterbukaan, dan kejujuran.
“Sistem perpajakan dan pelayanan pajak di negara kita sudah bagus, apalagi dengan adanya Reformasi Perpajakan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak. Reformasi Perpajakan tentu harus didukung oleh sumberdaya manusia yang profesional, berkarakter, dan berakhlak,” ujarnya.
Selain itu, Sesditjen juga mengapresiasi pemberlakuan zakat yang dibayarkan kepada BAZNAS dan LAZ yang berizin oleh wajib pajak orang pribadi yang beragama Islam diperhitungkan sebagai pengurangan penghasilan kena pajak berdasarkan aturan perundang-undangan pajak dan pengelolaan zakat.
“Kewajiban membayar pajak sebagai warga negara dan kewajiban membayar zakat sebagai muslim berjalan paralel. Keduanya tidak saling menegasi, tetapi saling menunjang dan melengkapi untuk kemaslahatan bangsa, negara dan agama,” katanya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



