Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, sebanyak lebih dari 200 orang aparatur sipil negara (ASN) mengikuti tes swab antigen massal di hari pertama bekerja usai libur Idulfitri 1442 Hijriah yang bertempat di Ruang Serbaguna Gedung Kementerian Agama, Jln MH Thamrin, Jakarta pada Senin (17/5).
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar menyampaikan seluruh pegawai yang bekerja di lingkungan Ditjen Bimas Islam diwajibkan untuk mengikuti tes swab antigen. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan dan melakukan tracing apabila ditemukan adanya pegawai yang terkena Covid-19.
"Seluruh pegawai tanpa terkecuali harus ikut tes swab antigen ini. Baik PNS, PPNPN, maupun pegawai outsourcing tidak diperbolehkan masuk ke tempat kerja sebelum tes antigen," ujar Fuad di Jakarta.
Fuad mengimbau kepada seluruh ASN Ditjen Bimas Islam untuk kembali bekerja secara normal usai melewati cuti bersama Idulfitri 1442 Hijriah, terutama terkait dengan hal-hal yang menyangkut pelayanan publik di masyarakat.
Menurut Fuad, di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat menjadi lebih kritis dan memiliki analisa tinggi pada pelayanan birokrasi. Hal ini harus diperhatikan oleh para ASN Kemenag, terutama yang menjadi ujung tombak pelayanan publik.
"Oleh karena itu, kita tidak bisa main-main dan mediocre atau biasa-biasa saja dalam mengelola layanan publik, tantangan terbesar kita adalah menghadapi publik yang lebih kritis," ungkapnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



