Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag, M. Fuad Nasar mengucapkan selamat hari lahir (harlah) Nahdlatul Ulama ke-96 tanggal 31 Januari 2022 dan pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027. Fuad berharap NU makin sukses dalam memberi kontribusinya untuk bangsa dan peradaban.
“Selamat hari lahir ke-96 Nahdlatul Ulama. Semoga NU makin sukses dan makin besar kontribusinya untuk bangsa dan peradaban serta tetap istikamah di dalam khittah 1926,” kata Fuad saat dihubungi tim pemberitaan bimasislam,Senin (31/01).
Fuad mengatakan, NU yang lahir pada 31 Januari 1926 di Jawa Timur dikenal sebagai organisasi umat yang memelihara nilai-nilai tradisi. Oleh karena itu, lanjut Fuad, dalam konteks merawat tradisi, maka tradisi kemandirian, berukhuwah dan tasamuh (toleransi) perlu dirawat dan dikembangkan di tengah pergeseran nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dewasa ini.
“Ormas Islam sejatinya adalah pengawal NKRI dan semua mencintai Tanah Air. Para pemimpin, kader dan anggotanya perlu memperkuat ukhuwah, kerja sama dan saling melengkapi antarormas Islam yang ada dan saling memuliakan satu sama lain. Ukhuwah dan toleransi antarsesama umat Islam adalah modal kita dalam membangun persaudaraan dan toleransi antarsesama elemen bangsa. Ormas-ormas Islam dengan kekhasannya masing-masing perlu bersinergi dalam menanggulangi masalah umat dan bangsa,” ujarnya
Selain itu, Fuad mengatakan, ormas-ormas Islam punya peran dan andil besar dalam membina kewarganegaraan yang bertanggungjawab dan mendidik umat untuk mengetahui hak dan kewajibannya dalam bernegara dan berdemokrasi. Fuad meyakini, nilai-nilai Islam menjadi unsur penting dalam membangun bangsa dan negara di masa lalu, sekarang dan ke depan.
“Negara akan diuntungkan jika organisasi keagamaan Islam sebagai bagian dari civil society lebih mandiri dan menjadi sokoguru dalam menjawal moralitas bangsa, menjadi benteng persatuan, dan agen of development untuk meningkatkan kualitas hidup umat dan bangsa. Kalangan ulama dan zuama yang menggerakkan ormas-ormas Islam dapat melihat lebih terang persoalan-persoalan negara dan bangsa sehingga mampu memberi pencerahan yang menyejukkan bagi kita semua,” tuturnya.
Fuad menilai, semua ormas keagamaan mempunyai jati diri yang tumbuh dan berkembang dipengaruhi oleh sejarah berdirinya, zaman dan waktu lahirnya, tokoh pendiri dan anggota serta tantangan yang dihadapinya.
“Kehadiran banyak ormas Islam mendatangkan "rahmat" bagi Indonesia. NU, Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam lainnya dapat digambarkan ibarat tenda bangsa,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



