Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Menteri Penerangan era Orde Baru, Harmoko pada usia 82 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
"Harmoko merupakan sosok Menteri yang fenomenal di masa Orde Baru. Dalam komunikasi publik sebagai Menteri Penerangan, yang merupakan juru bicara pemerintah, ia terkenal dengan gaya dan bahasa komunikasinya yang merakyat, lugas, dan sopan," ungkap Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam di Jakarta, Senin (5/7).
Harmoko menjabat Menteri Penerangan selama tiga periode berturut-turut, yaitu pada Kabinet Pembangunan IV, V dan VI tahun 1983 sampai 1997. Sewaktu menjabat Menteri Penerangan Harmoko terpilih sebagai Ketua Umum DPP GOLKAR periode 1993 - 1998. Ia pernah ditugaskan beberapa bulan sebagai Menteri Negara Urusan Khusus dan kemudian menjabat Ketua MPR/DPR-RI masa bakti 1997 - 1999, melewati hari-hari yang menegangkan yakni berhentinya Presiden Soeharto dan dimulainya era Reformasi.
Harmoko yang lahir di Nganjuk, Jawa Timur, 7 Februari 1939, memiliki pengalaman panjang bekerja sebagai wartawan surat kabar hingga kemudian pendiri dan pemimpin surat kabar. Sekitar tahun 1970, Harmoko dan beberapa koleganya sesama insan pers menerbitkan Harian Pos Kota yang identik sebagai koran rakyat kecil.
"Saya pernah bertemu Harmoko semasa almarhum menjabat Menteri Penerangan. Sosoknya cerdas, enerjik, ramah, kendati tidak menyandang gelar kesarjanaan. Harmoko belajar dari pengalaman profesinya sebagai wartawan dan dari pergaulannya yang luas," kenang Fuad.
Semasa menjadi Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), lanjut Fuad, Harmoko memiliki peran penting dalam penyelenggaraan Muktamar Media Massa Islam se-Dunia Pertama pada September 1980 yang dilaksanakan di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Acara ini diikuti oleh 327 peserta mewakili berbagai media massa dari 49 negara.
Kesuksesan penyelenggaraan Muktamar Media Massa Islam se-Dunia Pertama di Indonesia merupakan salah satu catatan reputasi Harmoko selaku Ketua Panitia Pelaksana saat itu. Harmoko menjadi Ketua Umum PWI Pusat periode tahun 1973 sampai 1983.
Fuad mengatakan, Harmoko juga terkenal dengan kegiatan Safari Ramadan ke berbagai pelosok tanah air, di samping kegiatan Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa) di desa-desa yang dicetuskannya. Ia juga merupakan pejabat negara dan tokoh politik Orde Baru yang dekat dengan ulama, ormas-ormas Islam, dan suka mengunjungi pondok pesantren.
"Pak Harmoko telah pergi untuk selamanya. Mari kita kenang dan hargai segala kebaikan dan pengabdiannya kepada negara, bangsa dan agama. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan maghfirah-Nya untuk almarhum serta menerima arwah beliau di-Surga-Nya yang kekal," tutup Fuad.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



