Jakarta, Bimas Islam -- Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, kehadiran Penyuluh dan Penyiar Agama Islam di ruang digital sangat diperlukan. Menurutnya, dunia digital punya pengaruh besar terhadap kehidupan umat beragama, terutama generasi muda.
Sebagian besar anak muda, imbuh Ali, menghabiskan waktu di dunia digital, sehingga referensi keagamaan yang diterima pun berasal dari media sosial. Hal itu disampaikannya saat memberi materi 'Dakwah Digital: Narasi Agama di Platform Media Televisi dan Radio' dalam acara Temu Penanggungjawab Siaran Keagamaan Islam di Media, Kamis (9/3/2023), di Hotel Orchardz Industry, Jakarta Pusat.
"Ustaz-ustaz yang menjadi idola milenial dan Generasi Z adalah ustaz-ustaz yang sering tampil di media sosial," ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini telah muncul Generasi Muslim Baru yang akrab dengan teknologi. Mereka juga memiliki sikap religius yang tinggi, dan bangga menampilkan simbol keagamaan sebagai identitasnya.
"Perubahan struktur demografi dan pertumbuhan Generasi Muslim Baru ini berakibat pada perubahan perilaku umat beragama kita," ungkap Hasanuddin Ali.
"Mereka lebih cepat mendapat informasi, tapi kurang dari sisi kedalaman. Tantangannya, yang dapat dibantu teman-teman media, adalah (menghindarkan mereka dari) intoleransi dan politik identitas," imbuhnya.
Ia juga mendorong Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menjadi pusat layanan keagamaan. KUA, menurutnya, harus berkontribusi secara aktif sebagai media informasi keagamaan bagi masyarakat.
"Narasi keagamaan yang didorong Kementerian Agama dapat menjadi sebuah gerakan bersama seluruh komponen. Kita harus memproduksi konten positif sebanyak-banyaknya, terutama terkait narasi keagamaan," pungkasnya.
Mr



