Jakarta, Bimas Islam --- Dalam ajaran Islam, Al-Qur'an dan Al-Hadits merupakan sumber otentik bagi manusia sebagai pegangan untuk tetap di jalan kebaikan. Selain keduanya, manusia juga memiliki sumber kebenaran dalam dirinya, yakni berupa hati yang bersih.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Seksi Bina Paham Keagamaan Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, Idrianto Faishal saat menjadi narasumber Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Sabtu (30/4).
"Dalam kehidupan beragama, Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai hukum yang otentik di luar diri manusia. Di sisi lain, ada hukum otentik yang ada di dalam diri manusia, yaitu hati," ujar Idrianto dalam acara bertajuk 'Menghadapi Perbedaan dengan Bijak' ini.
Menurut Idrianto, ketika seseorang bertanya pada hatinya, maka hati tersebut akan selalu membimbing pada jalan terbaik.
"Kalau kita bertanya kepada Al-Qur'an maupun Al-Hadits itu di luar dari fisik kita. Di sisi lain ada satu sumber otoritatif yang sangat otentik dalam diri manusia yaitu hati. Kalau hati itu ditanya, dia akan berkata yang benar," katanya.
Contoh sederhana, kata Idrianto, apabila ditanyakan kepada seorang pemabuk, 'apakah anaknya boleh ikut mabuk?' Maka si pemabuk itu akan menjawab 'tidak'. "Mengapa pemabuk itu menjawab tidak? Karena hatinya berkata bahwa mabuk itu tidak benar," katanya.
"Sering-seringlah bertanya kepada hati, sebagaimana sabda Rasulullah, 'tanyalah pada hati kalian', sebab hati bisa melihat dengan jelas jalan-jalan kebenaran di balik semua lika-liku kehidupan," tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



