Nunukan, Bimas Islam --- Keberhasilan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Sakti dalam menghimpun uang zakat, infak dan sedekah senilai ratusan juta tidak lepas dari kesungguhan para petugas UPZ Sakti yang merupakan Penyuluh Agama Islam di Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Utara.
Salah satu dari mereka adalah Salmiah. Peraih Juara I dalam Pemilihan Penyuluh Teladan Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2021 ini merupakan inisiator Kampung Sadar Zakat yang dalam waktu singkat berhasil mendulang kepercayaan publik.
"Kalau ada yang menghubungi dan menyatakan mau berzakat, saya tidak mau menunda. Tidak peduli panas terik atau hujan deras, saya akan langsung jemput zakatnya," ungkap Salmiah di Sebatik Timur melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Jumat (4/6/21).
Sejak Program Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur diresmikan pada 2 Oktober 2019, Salmiah beserta penyuluh lainnya terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media.
"Sosialisasi kita lakukan secara formal dan nonformal. Kita melakukan sosialisasi di setiap memberi bimbingan dan penyuluhan di majelis taklim dan saat berkunjung ke acara masyarakat. Kita juga memanfaatkan berbagai macam akun media sosial termasuk akun pribadi. Kita juga membuat brosur terkait edukasi zakat, infak, sedekah, wakaf," tambahnya.
Dalam sejarahnya, UPZ Sakti yang menjadi unit pelaksana dari Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur ini pernah menerima zakat senilai Rp 70.000.000 dalam satu hari pada bulan Ramadan 2021. Menurut Salmiah, masyarakat antusias memberikan zakat karena merasakan adanya perubahan dalam kehidupan mereka.
"Mereka berkata kepada saya bahwa kalau sudah berzakat rasanya tenang dan tenteram. Mereka yang sudah berzakat secara rutin juga mengaku mengalami banyak perubahan hidup. Ada yang sudah pergi umrah, membeli rumah, mobil dan berbagai keperluan lainnya," ungkapnya.
Salmiah menambahkan, dirinya kerap memotivasi warga dan terlebih dahulu mengeluarkan zakat sebab menurutnya, zakat akan membuat kehidupan seseorang bertumbuh.
"Zakat, infak, sedekah, dan wakaf tidak membuat seseorang miskin, tapi membuat rezekinya bertambah dan bertumbuh. Itu yang membuat mereka bersemangat berzakat," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



