Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan kapasitas perpustakaan masjid. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengajak masyarakat turut berpartisipasi menghidupkan literasi khazanah keagamaan di masjid.
Hal ini disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib saat menjadi narasumber pada Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Senin (4/4). Hadir sebagai bintang tamu, Terry Putri.
"Masyarakat bisa menyalurkan buku keagamaan untuk menjadi sebuah gerakan wakaf buku bagi perpustakaan masjid," ujar Adib pada acara bertema 'Ramadan Momentum Hidupkan Perpustakaan Masjid' ini.
Menurut Adib, dengan mewakafkan buku agama ke perpustakaan masjid akan menambah kekayaan literasi perpustakaan tersebut. Dia mengatakan, hal ini diharapkan bisa menarik minat baca masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.
"Melalui gerakan wakaf buku keagamaan ini buku-buku di perpustakaan masjid menjadi lebih banyak pilihan. Masyarakat, misalnya, ketika sedang itikaf pada 10 hari terakhir Ramadan, mereka tertarik membaca buku, selain membaca Al-Qur'an tentunya," katanya.
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menambahkan, kekayakaan literasi khazanah keagamaan di perpustakaan masjid diharapkan bisa menjadi wasilah meningkatkan tingkat literasi baca masyarakat Indonesia.
"Kita harapkan juga melalui peran perpustakaan masjid bisa menambah kecintaan masyarakat terhadap membaca. Lebih penting lagi adalah cara kita membangun masyarakat maju yang memiliki tingkat literasi baca tinggi," tambahnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



