Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar meminta agar layanan oleh para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama, baik tingkat pusat hingga Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan, mengedepankan sikap yang ramah dan humanis. Hidupkan spirit ibadah dalam melayani masyarakat tanpa diskriminasi dengan niat ikhlas di hati dan perbuatan.
"Setiap tamu yang datang, termasuk misalnya anak sekolah atau mahasiswa yang sedang mencari tempat praktek kerja lapangan atau magang, jangan diremehkan. Terimalah dengan ramah, senyum, tanya apa keperluannya lalu diarahkan dengan simpatik. Pelayanan publik di Kemenag juga harus ramah pada kaum difabel yakni mereka yang berkebutuhan khusus. Saya yakin, siapapun akan senang, terkesan dan respek dengan budaya kerja institusi kita yang humanis dan berakhlak," ujar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Senin (15/11/2021).
Fuad menceritakan pengalaman pribadinya saat masuk ke sebuah perpustakaan di salah satu kampus swasta, ia terkesan dengan keramahan petugas yang menyapa penuh keramahan terhadap para pengunjung.
"Karena mungkin dia melihat saya seperti kebingungan, lalu dia menghampiri dan menyapa saya, bahkan diarahkan menuju tempat buku yang saya cari. Itu merupakan layanan publik yang humanis," terang Fuad.
Fuad menegaskan, dalam rangka meningkatkan layanan publik di Kementerian Agama, maka pelayanan yang ramah dan humanis tanpa diskriminasi atau istilah dalam agama, "ihsan" akan membuat masyarakat terkesan dan mengapresiasi hal tersebut. Adanya program Transformasi Digital yang dicanangkan Menteri Agama, tiada lain untuk pelayanan yang terbaik.
"Jangan sampai masyarakat masih mempunyai stigma bahwa berurusan dengan birokrasi itu rumit, kita harus ubah pandangan itu menjadi birokrasi yang profesional melayani. Singkirkan jauh-jauh pameo, kalau bisa dibikin sulit kenapa dipermudah. Tapi sebaliknya justru kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit, kalau bisa dipercepat kenapa mesti diperlambat, kalau bisa diselesaikan hari ini jangan ditunggu besok, dalam arti yang positif tentunya," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



