Jakarta, Bimas Islam --- Puasa bermakna menahan diri dari menuruti hawa nafsu. Aktivitas menahan diri ini hendaknya tidak hanya menahan, tetapi juga dengan melakukan berbagai macam kebaikan yang Allah hamparkan di bulan Ramadan.
"Puasa artinya menahan, menghentikan keinginan. Namun, jangan sampai menahan tanpa melakukan apa pun," ungkap Kasubdit Penyuluh Agama Islam Kemenag, Ahmad Mu'thi Shofieq dalam Inside Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Minggu (17/4/22).
Mengutip hadis Nabi, Shofieq menjelaskan bahwa menahan hawa nafsu merupakan perang paling besar. Di tengah aktivitas melawan hawa nafsu itu, Shofieq mengajak pelaku puasa untuk perbanyak amal kebaikan.
"Lakukan berbagai amalan wajib dan sunah selama berpuasa untuk mendapatkan berbagai macam kebaikan lain," ajaknya.
Terkait menahan hawa nafsu, Shofieq tidak membatasi hanya pada makan, minum, dan berhubungan badan. Shofieq juga menyampaikan pentingnya menjaga indra dari segala sesuatu yang dilarang Allah.
"Saat berpuasa, niatkan untuk menghentikan segala hawa nafsu, makan, minum, mata, dan pendengaran yang tidak bagus. Usahakan semua bagian tubuh kita berpuasa. Mata, pikiran, hati, semuanya," ajaknya.
Terkait amalan Ramdan, Shofieq mengajak umat Islam untuk menargetkan khatam Al-Qur'an minimal satu kali.
"Kalau bisa one day one juz. Kita harus punya spirit dan target. Jangan sampai yang kemarin sudah bagus menjadi menurun," katanya mengingatkan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



