Pekanbaru, Bimas Islam -- Khittah Pancasila adalah cita-cita atau tujuan Pancasila yang melekat pada setiap sila, yaitu Ketuhanan (al-ilahiyyah), Kemanusiaan (albasyariyyah), Persatuan (al-ukhuwah), Kerakyatan (al-raiyyah), dan Keadilan Sosial (al-'adah al-ijtima'iyyah).
"Penyuluh Agama Islam (PAI), berperan penting dalam menanamkan nilai Khittah Pancasila pada masyarakat. Mereka selama ini bertugas memberi penyuluhan keagamaan yang relevan dengan konteks kehidupan berbangsa," kata Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi pada kegiatan Capacity Building PAI Provinsi Riau, Jumat (9/6/2023).
PAI juga berkewajiban memberi pemahaman pada masyarakat agar bisa menghormati keberagaman di Indonesia, sesuai dengan semboyan Bineka Tunggal Ika.
"PAI dapat menyampaikan pesan-pesan yang menghubungkan nilai-nilai agama Islam dengan prinsip-prinsip Pancasila, sehingga masyarakat bisa saling menghormati dalam keberagaman, sesuai dengan Bineka Tunggal Ika," terangnya.
Terakhir, Zayadi menjelaskan, perjalanan bangsa Indonesia memang tidak mudah, apalagi untuk menuju "Khittah Pancasila” dalam ruang kehidupan masyarakat. Tantangan dinamika geopolitik dan kondisi dalam negeri saat ini masih menunjukkan gejala-gejala ekslusivitas seperti politik identitas, intoleransi, ekstremisme, dan lain-lain. Oleh karena itu, Khittah Pancasila ini membutuhkan komitmen dan gerakan masif masyarakat.
Diketahui, Capacity Building PAI Provinsi Riau digelar selama tiga hari, Kamis-Jumat (8-10/6/2023). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah PAI se-Provinsi Riau.
Msk/Mr



