Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-494 DKI Jakarta, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar berharap terwujudnya kenyamanan sosial dan toleransi untuk semua warga Jakarta. Menurutnya, Jakarta sebagai ibu kota negara merupakan barometer Indonesia.
"Dalam usia kota Jakarta yang hampir mencapai lima ratus tahun, diharapkan kota ini meraih kemajuan yang seimbang secara fisik material, sosio kultural dan mental spiritual. Sebagai kota metropolitan, Jakarta bukan hanya menjadi pusat perputaran uang terbesar di Indonesia, tetapi juga kota tempat tinggal dan tempat jutaan orang mencari nafkah," papar Fuad kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Selasa (22/6).
Fuad mengungkapkan, Jakarta merupakan kota perjuangan dalam sejarahnya yang heroik mematrikan ruh keagamaan. Sejarah kota Jakarta mengabadikan jejak kepahlawanan Fatahillah hingga mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta, Batavia dan kemudian menjadi Jakarta.
Mengutip tulisan mantan Ketua Umum MUI Pusat almarhum KH Hasan Basri (1920- 1998), Fuad Nasar menuturkan bahwa yang membangun pertama kali kota Jakarta ialah seorang ulama merangkap panglima yaitu Pangeran Jayakarta atau ada menamakannya Falatehan atau Fatahillah. Waktu pemugaran masjid di Jatinegara yang dibangun tahun 1640, di dekat makam Pangeran Ahmad Jakarta, tersimpan surat wasiat dari pangeran yang terakhir yaitu Pangeran Jayakarta kepada anak cucunya atau penduduk yang berdiam di kota Jakarta ini yaitu: (1) bertakwalah kepada Allah dan syiarkanlah agama Islam, (2) dirikan masjid, dan (3) wajib taat kepada orang tua.
"Jakarta juga menjadi tempat berkumpul dan bermusyawarahnya para founding fathers negara kita yang melahirkan dan menyepakati dasar falsafah negara Pancasila dan UUD 1945," imbuhnya.
Fuad sebagai warga kota Jakarta juga memaparkan, sejumlah masalah klasik ibu kota yakni kemiskinan, pengangguran, tuna wisma dan berbagai penyakit masyarakat, seperti narkoba, miras, judi, dan kriminal dan lainnya perlu ada pemecahan secara terpadu, sistematis dan tuntas.
"Pembangunan Jakarta dari masa ke masa sudah menorehkan banyak kemajuan dan hasil yang positif, meski dalam beberapa hal masih memerlukan pembenahan dan peningkatan sesuai tantangan yang dihadapi di setiap era pemerintahan," lanjutnya.
Oleh sebab itu, ia mengimbau para ulama, guru, cendekiawan, ormas keagamaan, seniman, budayawan, pelaku ekonomi, LSM, dan kaum muda milenial turut serta bersinergi membantu Pemprov DKI Jakarta dalam membangun Jakarta dengan semangat kebersamaaan. Semua elemen yang ada harus berpikiran jernih dan hati yang bersih dalam mengawal pembangunan ibu kota dan jangan terkotak-kotak dalam sudut kepentingan yang sempit.
"Sejalan dengan motto HUT Kota Jakarta Ke 494 yakni Jakarta Bangkit, semoga pandemi Covid-19 segera dapat teratasi dengan pertolongan dan rahmat Allah SWT. Manajemen pandemi Covid-19 di seluruh wilayah DKI Jakarta yang sudah bagus harus didukung kedisiplinan warga dan semua pihak terkait agar penularan virus corona ini dapat dihentikan dan korban yang terpapar Covid dapat diminimalisir," tutupnya.
(Boy)
(Boy)



