Jakarta, Bimas Islam --- Insan pendidik di madrasah-madrasah yang tergabung dalam Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) harus mampu memahami perkembangan teknologi dan pesatnya era digital saat ini telah masuk ke dalam setiap lini kehidupan, hal ini memberi isyarat kepada semua lintas masyarakat.
Demikian pesan salah satu penggagas PGMI Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh. Agus Salim, saat ditemui usai menjadi narasumber pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Layanan Penyuluh Agama Islam Dukungan Program Revitalisasi KUA di Novotel Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (20/4).
“Hari ini, Selasa 20 April 2021 merupakan hari lahirnya PGMI yang ke-15, PGMI lahir dengan tujuan mengangkat harkat martabat guru agama atau guru-guru madrasah, dan PGMI sudah tersebar di 29 provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Agus berpesan, momentum HUT PGMI dimaknai dengan meningkatkan skill dan kualitas diri sebagai insan pendidik untuk menghadapi perkembangan teknologi dan era yang akan datang.
“Guru-guru juga harus membekali diri dengan berbagai skill seperti harus memahami IT, jadi mendidik dan membimbing anak-anak untuk menghadapi tantangan kedepan yang semakin kompleks, diperlukan kualitas guru-guru yang mumpuni, karena guru merupakan komponen pendidikan yang utama,” katanya.
Lebih jauh, bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-15, Agus berharap PGMI semakin sukses dan eksis kedepannya, serta bisa mengangkat harkat martabat guru-guru madrasah di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, beberapa pendiri PGMI di antaranya, Moh. Agus Salim, Syamsuddin, Iis Aisyah, dan Suhardi.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



