Sepanjang 76 tahun usia TNI dalam lintas generasi, patah tumbuh hilang berganti, telah melahirkan dan menampilkan sekian banyak perwira terbaik yang membangun kemitraan dengan ulama dan simpul kekuatan umat beragama di tanah air. Saya juga mengapresiasi TNI terus melakukan transformasi dan penguatan profesionalitas dalam kerangka jatidiri TNI yang Pancasilais dan Sapta Margais, papar Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar kepada tim pemberitaan Bimas Islam, Selasa (5/10/2021).
Fuad Nasar lebih lanjut menyatakan, peran dan andil umat Islam serta kekuatan umat beragama pada umumnya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sangat besar. Salah satunya adalah Bapak TNI dan Panglima Besar Jenderal Sudirman (1916-1950) yang dikenang jasanya sebagai pemimpin pendobrak terakhir penjajahan di Indonesia merupakan kader umat yang ditempa di lingkungan ormas Islam, Muhammadiyah.
"Semangat religius dan pesan perjuangan Jenderal Sudirman tertanam dalam Sapta Marga TNI, terutama marga ketiga, yakni Kami kesatria Indonesia, yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Di samping itu, setahu saya mungkin hanya militer Indonesia yang mempunyai buku Pedoman Agama Islam Untuk TNI diterbitkan oleh Pusroh TNI-AD di masa KSAD Jenderal A.H. Nasution dan Kepala Pusrohnya Mayjen TNI Muchlas Rowi," imbuhnya.
Fuad mengatakan, Kementerian Agama dan TNI juga mempunyai hubungan sejarah yang khas. Tercatat, hingga saat ini ada tiga orang perwira tinggi TNI yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama, yakni Alamsjah Ratu Prawiranegara, Tarmizi Taher, dan Fachrul Razi.
"Dalam program kekinian, TNI dan Kemenag terus bersinergi, seperti program TNI Manunggal Membangun Desa, yang dahulu bernama ABRI Masuk Desa," imbuhnya.
Fuad turut mengutip amanat terakhir Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman, yang diabadikan dalam buku 'Kenangan & Renungan 5 Oktober' karya Jenderal Besar TNI Abdul Haris Nasution.
"Jika para pemimpin kita tetap teguh dan konsekuen dalam pendiriannya semula, maka insyaallah angkatan perang kebangsaan kita akan berdiri tegak selama-lamanya dengan mampu dan sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsa kita," pungkas Fuad.
(Boy)



