Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), M. Fuad Nasar menyampaikan selamat ulang tahun ke-77 Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia tanggal 19 Agustus 2022. Fuad Nasar mengatakan, Kemlu yang berdiri sejak 19 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) memiliki tugas dan fungsi yang dalam beberapa bidang berkaitan dengan Kemenag.
“Kemlu dan Kemenag memiliki keterkaitan yang erat. Kerja sama dengan Kemlu sangat berarti bagi Kemenag. Semoga segenap jajaran Kemlu dan para diplomat Indonesia sukses mengemban tugas negara dan selalu mendapat bimbingan Allah Swt,” kata Fuad Nasar kepada bimasislam, Minggu (21/08).
Fuad Nasar yang juga pemerhati sejarah Kemenag itu mengatakan, hubungan dan kerja sama dengan Kemlu selama ini sangat membantu kelancaran tugas-tugas Kemenag dalam bidang tertentu, seperti dalam penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi terutama dukungan KBRI di Riyadh dan KJRI Jeddah.
“Begitu pula dalam urusan pengiriman mahasiswa dan santri Indonesia untuk belajar di luar negeri terutama di negara-negara Timur Tengah. Lalu urusan pelayanan dan pencatatan nikah bagi WNI di luar negeri dan hubungan kerja sama luar negeri lainnya,” ujarnya.
“Termasuk di bidang hubungan konsuler negara sahabat pada event-event nasional keagamaan yang diselenggarakan Kemenag dan kunjungan tamu-tamu negara dari luar negeri terkait agenda keagamaan, Kemenag dan Kemlu saling berkoordinasi,” lanjutnya.
Fuad mengemukakan, para diplomat dan calon-calon diplomat yang dipersiapkan melalui pendidikan di Kemlu memiliki peran dan andil dalam mempromosikan kepada dunia Internasional mengenai toleransi dan kerukunan umat beragama sebagai salah satu kekuatan yang menopang keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah percaturan politik global abad ini.
Kalau pun ada kejadian intoleransi adalah bersifat kasuistik, lanjut Fuad, bukanlah gambaran kondisi umat beragama di Indonesia secara keseluruhan yang berkarakter moderat. Hal itu perlu secara terus-menerus disampaikan dalam berbagai forum Internasional dan di negara-negara tempat perwakilan RI. Selain isu toleransi antar umat beragama, isu industri halal juga relevan mengisi agenda diplomasi Indonesia di luar negeri.
Selain itu, Fuad mengatakan, dalam memori kolektif di Kemenag, dua orang Menteri Agama berasal dari pejabat diplomat karir Kemlu dan Duta Besar, yaitu Bapak Munawir Sjadzali dan Bapak Muhammad Maftuh Basyuni.
"Kepemimpinan dan jasa-jasa keduanya dalam memimpin Kemenag menginspirasi pembaruan pemikiran Islam dan perubahan signifikan di Kemenag pada masanya,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



