Jakarta, Bimas Islam --- Ibadah puasa yang diwajibkan kepada umat Islam pada bulan Ramadan memiliki banyak hikmah. Salah satunya untuk mengasah integritas. Pelaku puasa diharapkan memiliki integritas yang baik setelah menjalani latihan sebulan penuh selama bulan Ramadan.
Hal inilah yang disampaikan Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Kemenag, Jajang Ridwan dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang tayang di JakTV, Jakarta, Kamis (21/4/22).
"Keimanan yang tulus adalah dasar dan landasan sikap integritas. Puasa merupakan ibadah rahasia, hanya pelaku puasa dan Allah yang tahu," ungkap Jajang.
Jajang menjelaskan, seseorang bisa saja mengaku berpuasa saat bertemu dengan orang lain meski sebenarnya ia tidak berpuasa. Bahkan, lanjutnya, kerahasiaan puasa bisa saja ditutupi dari orang terdekat seperti pasangan hidup, anak, orang tua, dan rekan kerja.
"Kita ditempa untuk melakukan amanah puasa dengan penuh kejujuran. Keduanya ini melambangkan sebagus apa iman di dalam hati kita," tambahnya.
Jajang mengutip kisah Sahabat Nabi, Umar bin Khattab saat bertemu dan berdialog dengan seorang penggembala. Umar mengetes penggembala untuk menjual salah satu domba.
Sang penggembala, lanjut Jajang, menolak permintaan Umar. Perkataan penggembala membuat Umar terhenyak sekaligus bangga melihat salah satu rakyatnya memiliki integritas tinggi.
"Mungkin saja majikan saya tidak mengetahui jika ada dombanya yang saya jual ke tuan, akan tetapi di mana Allah? Bukankah Dia Maha Mengetahui?" kata Jajang mengutip perkataan penggembala yang membuat Umar takjub.
"Inilah salah satu inspirasi dalam integritas. Semua pekerjaan kita diawasi Allah. Allah Maha Melihat semua pekerjaan kita," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



