Jakarta, Bimas Islam -- Penyuluh Agama Islam Kabupaten Indramayu, Ibrohim yang juga merupakan dalang menyampaikan, Wayang Potel sebagai salah satu kebudayaan bangsa tidak hanya mengisahkan cerita Mahabarata dan Ramayana, tetapi juga menceritakan kehidupan sehari-hari.
"Kisah yang dibawakan Penyuluh Agama Islam sebagai dalang tidak hanya kisah lakon pakem seperti Mahabarata atau Ramayana, tetapi juga sering mengisahkan kehidupan sehari-hari, fenomena yang terjadi di masyarakat," ujar Ibrohim kepada wartawan Bimas Islam, Minggu (30/7/2023) melalui seluler.
Ibrohim menjelaskan, pertunjukan Wayang Potel yang ditampilkannya juga termuat pesan-pesan agama. Wayang Potel juga sering tampil di acara-acara pernikahan, khitanan, dan peringatan hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Isra Mikraj.
"Dalam pertunjukan Wayang Potel, saya menyampaikan pesan-pesan agama melalui narasi kisah atau perwatakan tokohnya. Penyampaian pesan-pesan agama melalui seni tradisi bisa diterima oleh masyarakat yang mencintai kearifan lokal," ucapnya.
Penyuluh yang menekuni kesenian wayang sejak tahun 2017 ini menjelaskan, wayang merupakan salah satu media dakwah yang digunakan Wali Sanga untuk menyebarkan dakwah.
"Wayang, sejak zaman Wali Sanga sudah digunakan sebagai media untuk menyebarkan dakwah agama Islam," pungkasnya.
Diketahui, Wayang Potel adalah Wayang Golek seperti pada umumnya, hanya berbahan kertas, memiliki ciri khas tersendiri dan terdiri hanya beberapa tokoh karakter saja, yakni para punakawan seperti Semar, Petruk, dan Ceblok.
Msk/Mr



