Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin, mengajak umat Islam menerapkan protokol kesehatan ketat dalam suasana Idulfitri 1442 Hijriah.
"Kita berharap masyarakat di seluruh Indonesia umat Islam khususnya, agar menyelenggarakan Idulfitri ini dengan protokol Covid, protokol kesehatan yang ketat," kata Kamaruddin di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (11/5/2021).
Kamaruddin menambahkan, bagi masyarakat yang tidak bisa menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sebaiknya tidak keluar rumah.
"Jika tidak mampu menerapkan prokotol kesehatan ketat, sebaiknya di rumah saja. Menjaga kesehatan jauh lebih penting. Itu harapan kita supaya tidak terjadi klaster baru," ujarnya.
Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (11/5/2021) malam.
Sidang isbat ini digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan. Hadir secara fisik mendampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diantaranya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Ketua Komisi VIII TB Ace Hasan Syadzili, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin. Tampak hadir pula beberapa perwakilan Duta Besar negara sahabat.
Sementara para pimpinan ormas, pakar astronomi, Badan Peradilan Agama, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



