Banjarmasin, Bimas Islam -- Media sosial kini menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan positif kepada remaja. Muhammad Fadhil (17), siswa MAN 1 Banjarmasin sekaligus peserta pelatihan bertajuk Program Peer Educator yang digelar Kementerian Agama, berencana menggunakan media sosial untuk mengampanyekan bahaya kenakalan remaja seperti tawuran, narkoba, hingga perkawinan anak.
"Saya ingin membuat konten berdasarkan materi yang saya pelajari, supaya teman-teman bisa lebih memahami risikonya," ujar Fadhil saat diwawancarai di sela kegiatan.
Menurutnya, media sosial adalah platform yang tepat untuk menjangkau remaja. Selain menjadi peringatan, konten edukasi ini juga menjadi sumber pengetahuan bagi mereka yang belum menyadari dampak buruk kenakalan remaja.
“Selama pelatihan, saya belajar cara memberikan edukasi kepada teman sebaya. Diskusi dengan peserta lain juga sangat membantu,” katanya.
Fadhil merasa ilmu yang ia dapat membuatnya lebih percaya diri untuk berbagi pengetahuan kepada teman-temannya. “Saya ingin menjelaskan bahaya seks bebas, kawin anak, dan narkoba dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima,” tambahnya.
Fadhil optimistis, kampanye melalui media sosial dapat menjangkau lebih banyak remaja dan membantu mereka memilih jalan hidup yang positif. “Harapan saya, ini bisa menjadi cara efektif untuk menyampaikan informasi, karena media sosial adalah tempat kami berinteraksi,” tutupnya.
Langkah Fadhil membuktikan bahwa media sosial dapat dimanfaatkan untuk tujuan positif, membantu remaja memahami risiko kenakalan, serta mendorong mereka menjalani hidup dengan cara yang lebih sehat dan aman.
Msk/Mr



