Wonosobo, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Wakhid Setiyawan berkomitmen untuk lebih giat menyampaikan kebaikan melalui media sosial (Medsos). Hal ini diungkapnya usai mengikuti Peningkatan Kapasitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Wonosobo.
"Setelah ikut kegiatan Peningkatan Kapasitas TIK saya bisa membuat dan mengedit video serta membuat video bimbingan dan penyuluhan (Bimluh). Materi yang disampaikan aplikatif, sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini untuk mengikuti perkembangan teknologi dengan berdakwah melalui medsos," ungkap Wakhid di Wonosobo melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Rabu (30/6/21).
Wakhid menambahkan, pemateri dalam kegiatan ini merupakan Penyuluh yang pakar di bidang media sosial. Usai mengikuti kegiatan ini, Wakhid berkomitmen untuk menangkal berbagai kabar hoaks.
"Kita sering menemukan kabar hoaks. Misalnya tentang disinformasi dana haji atau masyarakat yang tidak percaya adanya Covid-19," tambahnya.
Wakhid berkepentingan untuk menangkal hoaks karena Penyuluh memiliki tugas memberi informasi kepada masyarakat. Selain itu, Wakhid juga meyakini adanya bahaya kabar hoaks sebagai pengancam stabilitas.
"Berita hoaks itu menyesatkan dan berbahaya bagi mental yang bisa memicu terjadinya perpecahan ataupun kerukunan umat. Hoaks perlu ditangkal dengan berita atau narasi yang berimbang. Penyuluh harus mampu menangkal hoaks dan mengarahkan umat memilih berita yang benar dari sumber yang terpercaya," pungkas Wakhid.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



