Jakarta, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Muhammad Amin mengungkapkan, berbagai cara dilakukan untuk memaksimalkan ajakan penerapan 5M dan 1D, salah satunya sosialisasi melalui media sosial.
“Jika kita tidak memanfaatkan media sosial, maka kita akan tertinggal. Artinya saat ini siapa pun bisa mengakses media sosial, jika media sosial itu diisi dengan konten yang positif tentu media sosial kita juga akan lebih sehat,” ujar Amin kepada bimasislam di Jakarta, Kamis (29/7).
Amin mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyosialisasikan edaran Menteri Agama Nomor SE 20 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan 5M dan Pembatasan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah pada Masa PPKM Level 3 dan Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, serta Pada Masa Perpanjangan PPKM Mikro.
“Dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini kita tidak bisa bertemu langsung dengan masyarakat, karenanya kita harus memanfaatkan media yang ada, misalnya bisa melalui pesan di WAG (Whatsapp Group),” ungkapnya.
Selain itu, menurut Amin, sosialisasi dikemas secara menarik seperti grafis atau stiker tentang anjuran memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dari prespektif keagamaan.
Dikatakan Amin, model sosialisasi seperti itu bisa berjalan efektif, karena mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat tanpa merasa digurui.
“Apalagi para pengguna media sosial saat ini tidak hanya didominasi oleh generasi milenial. Tapi mayoritas masyarakat Indonesia bisa mengakses media sosial,” pungkasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



