Bandung, Bimas Islam -- Penyuluh Agama Islam KUA Sukajadi, Kota Bandung, Neirna Yayah Dayati secara aktif menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. Terbaru, Neirna mengajak emak-emak di Majelis Taklim Konversi Diniyah untuk mengamalkan zakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Masih ada kesenjangan ekonomi di masyarakat. Zakat merupakan salah satu solusi atas kesenjangan tersebut. Orang yang mampu dan memenuhi syarat wajib berzakat kepada mereka yang membutuhkan sebagaimana diatur dalam syariat Islam," ungkap Neirna di Bandung, Jumat (9/9/22).
Selain pelaksanaan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam, Neirna memberikan bimbingan kepada masyarakat sebagai implementasi Revitalisasi KUA. Katanya, KUA tidak hanya mencatat peristiwa nikah, tetapi juga memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
"Melalui majelis taklim, KUA memberikan bimbingan kepada masyarakat. Majelis Taklim Konversi Diniyah memiliki 150 anggota yang kita bagi ke dalam 5 kelas," imbuhnya.
Sejumlah materi keislaman disampaikan di Majelis Taklim Konversi Diniyah, seperti fikih ibadah, fikih pernikahan, ilmu waris, sejarah Islam, baca tulis Al-Qur'an, mahfuzhat, muhadlarah, dan amalan sehari-sehari.
"Bimbingan dan penyuluhan akan terus kita laksanakan kepada masyarakat baik di majelis taklim, masjid, dan kelompok binaan lainnya. Karena KUA tidak hanya melayani nikah dan rujuk, tetapi menjadi pusat keagamaan dan bimbingan masyarakat," pungkas Magister Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



