Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, Indonesia akan mengambil peran dalam Internasional Islamic Fiqih Academy.
"Tentu ke depan diharapkan ada perwakilan Indonesia di situ, di IIFA, agar bisa turut menyampaikan dan membahas persoalan-persoalan umat Islam secara global," kata Kamaruddin di Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (11/6/2021).
Kamaruddin menambahkan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, peran Indonesia sangat sentral dalam kehidupan muslim dunia.
"Jadi melalui kerja sama ini, kita akan membahas tentang masalah dunia Islam," ujarnya.
IIFA, lanjut Kamaruddin, fokus pada fatwa Islam. Melalui fatwa tersebut, IIFA hadir untuk memberikan solusi terhadap permasalahan umat Islam dunia.
"Kemudian lembaga ini memberikan respon mencarikan solusi, khususnya dari perspektif ilmu-ilmu Keislaman, perspektif fikih, perspektif fatwa. Jadi nanti produknya akan mengeluarkan fatwa atau mengeluarkan rekomendasi atau resolusi terkait dengan persoalan-persoalan dihadapi oleh umat Islam di seluruh dunia," tandas Kamaruddin.
Sebagai informasi, pada Jumat (11/6), Sekjen IIFA berkunjung ke Kementerian Agama. Dalam kunjungan sekira 40 menit tersebut, Kementerian Agama yang diwakili Ditjen Bimas Islam, menandatangani Memorandum of Understanding untuk kerja sama ke depan. Kerja sama tersebut mencakup semua isu Keislaman, terutama dalam bidang fatwa.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



