Jakarta, Bimas Islam – Indonesia mengambil langkah strategis dalam memperkuat peran agama dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan menginisiasi pembentukan Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) Asia. Inisiatif ini diungkapkan oleh Co-Chair of Government Entities Indonesian Ministry of Religious Affairs, Nuria Isna Asyar, dalam konferensi pers PaRD Leadership Meeting 2025 di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Menurut Isna, Indonesia menjadi negara Asia pertama dan satu-satunya yang tergabung dalam kepemimpinan PaRD, sebuah kemitraan global yang menghubungkan pemerintah, organisasi berbasis agama, dan akademisi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai agama.
“Kami melihat pentingnya membentuk PaRD Asia sebagai subregional dari kemitraan global ini. Dengan banyaknya perwakilan dari organisasi masyarakat, pemerintah, dan kedutaan dari wilayah Asia yang hadir di forum ini, besar harapan kami inisiatif ini dapat segera terealisasi,” ungkap Isna.
Selain perwakilan dari negara-negara ASEAN seperti Brunei Darussalam dan Thailand, acara ini juga dihadiri duta besar dari Filipina, Kamboja, Thailand, dan Brunei, serta delegasi dari negara-negara Global North seperti Belgia, Swiss, Amerika Serikat, Jerman, Norwegia, dan Denmark.
Lebih lanjut Nuria menjelaskan, posisi Indonesia sebagai Co-Chair dalam PaRD memberi keleluasaan untuk mengarahkan kebijakan kemitraan ini. Dengan pengalaman Indonesia dalam memadukan nilai-nilai keagamaan dengan pembangunan berkelanjutan, ia berharap keikutsertaan Indonesia dapat membawa warna baru dalam dinamika global terkait diplomasi agama dan SDGs.
“Isu SDGs sangat relevan untuk diupayakan oleh aktor-aktor keagamaan di Indonesia, termasuk oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama. Dengan posisi Indonesia saat ini, kita memiliki kesempatan besar untuk memberi kontribusi nyata dalam kebijakan global terkait peran agama dalam pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Dikatakannya, PaRD sendiri merupakan inisiatif yang didirikan pada 2016 oleh The German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ) dan telah berkembang menjadi wadah bagi berbagai entitas global dalam mengkaji serta memperkuat kontribusi agama dalam pembangunan.
“Dengan inisiatif pembentukan PaRD Asia ini, Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat referensi dalam mengembangkan diplomasi agama dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas keagamaan untuk mencapai SDGs,” tandasnya.
An/Mr



