Jakarta, Bimas Islam -- Sebagai negara muslim dengan tingkat kedermawanan paling tinggi di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemberdayaan zakat dan wakaf.
Hal itu disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor pada kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf Provinsi Lampung secara daring, Rabu (28/6/2023).
“Kita punya modal dasar yang sangat bagus. Menurut penelitian World Giving Index 2022, umat muslim paling dermawan adalah Indonesia,” ujar Tarmizi.
Tarmizi berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan zakat bisa memanfaatkan potensi tersebut.
“Rupanya umat muslim Indonesia ini terdermawan di dunia, makanya di Indonesia banyak orang sedekah (peminta-minta) di simpang empat, di lampu merah. Karena walaupun dilarang, orang tetap bantu. Kenapa itu bisa terjadi? karena sifat orang Indonesia yang dermawan tadi,” tuturnya.
Terkait itu, Tarmizi mengatakan, BAZNAS, LAZ, nazir wakaf uang, dan BWI perlu menyusun strategi untuk membumikan pengelolaan zakat dan wakaf.
Kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf Provinsi Lampung ini diikuti Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf Erwinto, perwakilan MUI Lampung Ahmad Ikhwani, perwakilan BAZNAS Lampung Asep Abdul Basith, dan Retail and Transaction Business Manager BSI Bandar Lampung Benny Sangjaya.
Acara ini juga diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari UPZ Kemenag Lampung, BAZNAS Provinsi dan Kota Bandar Lampung, BWI Provinsi dan Kota Bandar Lampung, Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS Kota Bandar Lampung, siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 dan 2 kota Bandar Lampung, mahasiswa dan mahasiswi UIN Raden Intan Lampung, dan peserta lainnya yang hadir secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal Youtube Literasi Zakat Wakaf.
Fn/Mr



