Jakarta, Bimas Islam --- Indonesia melalui Kementerian Agama siap mempererat hubungan bilateral dengan Uni Emirat Arab dalam bidang Keagamaan, sebagaimana dikatakan Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Juraidi seusai pertemuan dengan delegasi UEA di Jakarta, Jumat (05/03).
Hadir pada pertemuan itu Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf UEA Mohammed bin Matar Al Kaabi, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) M. Nuh, dan jajaran lainnya.
"Secara garis besar ini adalah hubungan kenegaraan, tetapi terkait keagamaan, nanti ada pengiriman imam ke UEA. Sekarang sedang berlangsung tahap seleksi. Dari UEA mengirim langsung pengujinya. Kami akan mengirimkan 200 imam dalam jangka waktu tiga tahun. Untuk tahun pertama kita akan mengirim 100, itu pun diseleksi dulu oleh mereka. Itu pertama," kata Juraidi.
Juraidi menjelaskan, untuk seleksi calon imam, maka dilakukan di Indonesia dengan mendatangkan penguji dari UEA.
"Proses seleksinya cukup ketat, ya. Kita laksanakan seleksi tiga hari, di antaranya adalah terkait hafalan Al-Qur'an, suaranya bagus, tahsin, kemudian menguasai fikih salat," tuturnya.
Program kedua, Juraidi menerangkan, adalah pelatihan dan pengiriman dai dan mubalig, mengingat Indonesia disebut-sebut sebagai rumah bagi mubalig moderat. Program pelatihan dai dan mubalig ini nantinya akan dilaksanakan di Indonesia dan UEA.
"Untuk tahap pertama, kita akan kirim 100 orang dai atau mubalig, mungkin akan berlanjut setiap tahun. Dua program ini sedang kita realisasikan. Ini merupakan bagian dari MoU besar antara Indonesia dan UEA. Untuk seleksi dai dan mubalig akan ditentukan dari Indonesia, nantinya dari unsur ormas Islam dan Kementerian Agama," urainya.
Juraidi mengatakan, yang ketiga adalah terkait hibah untuk pembangunan masjid di Solo, Jawa Tengah, dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed sebagai tanda persahabatan dengan Indonesia. Peletakan batu pertama pembangunan masjid akan dilakukan pada Sabtu (06/03).
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



