Nunukan, bimasislam – Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia dikenal memiliki banyak hafidz bersuara merdu yang dikagumi banyak negara. Hal itu terbukti dengan makin banyaknya kejuaraan Internasional Musabaqah Tilawatil Qur’an yang dijuarai putra putri tanah air.
Kenyataan ini membuat Direktur Penerangan Agama Islam, Khairuddin berencana membuat program pengiriman hafidz dan imam masjid ke berbagai negara Timur Tengah, Eropa dan Amerika. Program ini diakuinya karena makin banyaknya negara yang mengajukan permohonan pengiriman Imam masjid ke Kementerian Agama.
“Melihat banyaknya negara yang mengajukan permohonan Imam masjid, kedepan kita akan programkan semacam “ekspor“ hafidz ke seluruh dunia“, ujar Khairuddin saat berdialog dengan Penyuluh Agama Islam Non PNS di Pulau Sebatik, Nunukan Kalimantan Utara, Rabu (19/7).
Di antara negara yang membutuhkan banyak Imam masjid, lanjut Khairuddin adalah Uni Emirat Arab. “Saat ini kita sedang menyeleksi calon Imam masjid untuk ditempatkan di Dhubai, di sana dibutuhkan banyak“, ungkapnya.
Khairuddin menambahkan, tingginya permintaan Imam masjid harus direspon dengan baik, terutama yang diluar Asia. “Kalau untuk wilayah Asia saya kira sudah biasa, seperti Korsel dan Jepang, tapi untuk ke Timur Tengah dan Eropa kita harus persiapkan dengan baik agar sesuai harapan“, imbuhnya.
Di depan para penyuluh agama tapal batas, mantan Kasubdit Kemitraan Umat Islam ini berharap akan ada pemuda yang dikirim menjadi Imam dari Kabupaten Nunukan. “Saya berharap dari sekian yang hadir di sini ada yang berminat dan memenuhi syarat“, harapnya.
Adapun syarat sebagai imam adalah hafal al-Qur’an, memiliki suara merdu, menguasai bahasa asing dan bersedia menandatangani kontrak dengan jangka waktu tertentu.
Di akhir acara Khairuddin mengungkapkan jika perkembangan para penghafal al-Qur’an di tanah air sangat baik karena makin banyak anak anak yang sejak dini sudah menghafal al-Quran. “Data yang saya dapat saat ini al-Quran makin digemari, salah satu indikasinya adalah peserta STQ Nasional XXIV di dominasi usia muda, bahkan ada anak usia 7 tahun sudah hafal 15 Juz“, ungkapnya.
(syamsuddin/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



