Padang, Bimas Islam --- Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat M. Rifki mengatakan, pihaknya memiliki pelbagai cara untuk mengoptimalisasi penerimaan zakat di Sumbar.
“Masyarakat terus ditingkatkan literasi soal zakat melalui kegigihan penyuluh agama Islam, penceramah, video pendek yang diproduksi Penaiszawa TV, dan tulisan yang diterbitkan dari hasil kerja sama dengan media lokal,” katanya saat dihubungi, Senin (5/7).
Rifki menyatakan, Kemenag Sumbar khususnya Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) terus menyosialisasikan pentingnya membayar zakat melalui lembaga zakat resmi, agar pendataan tentang penghimpunan zakat tercatat.
“Menurut data Baznas Tahun 2020, Sumatera Barat memiliki potensi zakat sebesar Rp750 miliar, sedangkan yang terhimpun baru Rp150 miliar. Ini adalah PR yang harus diselesaikan melalui sinergi berbagai pihak,” ujarnya.
Selain itu, Rifki mengatakan, Kemenag dan Pemprov Sumatera Barat terus mengkampanyekan zakat ASN untuk mendongkrak jumlah penghimpunan zakat.
“Tujuannya agar seluruh ASN membayar zakat, karena masih banyak ASN di BUMN, BUMD, dan lainny yang belum menunaikan zakat,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Inpassing Pengawas Jaminan Produk Halal, Kemenag Tekankan Kompetensi dan Batas Kewenangan
Bogor, Bimas Islam — Penyetaraan jabatan fungsional Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) perlu diikuti peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, dan…



