Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin, menyampaikan empat hal utama Indonesia menjadi salah satu pusat keuangan syariah dunia.
“Untuk bisa menjadi pusat ekonomi syariah dunia setidaknya ada empat fokus yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat, dan kita semua. Pertama adalah industri keuangan syariah,” kata Kamaruddin di Jakarta, Rabu (30/6/2021).
Ditambahkan Kamaruddin, kegiatan di industri keuangan syariah seperti kegiatan pada bank-bank syariah.
“Industri keuangan syariah yang tentu menjadi ranahnya bank-bank syariah, kita ada BSI dan lain-lain. Ini sebagai upaya untuk mengarusutamakan atau menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia, sehingga dilakukan diversifikasi program terkait dengan industri keuangan syariah,” ujar Kamaruddin.
Fokus kedua untuk menjadi pusat keuangan syariah, lanjut Kamaruddin, yaitu terkait produk halal. Kamaruddin mengatakan, produk halal juga menjadi instrumen yang sangat strategis dan powerfull untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
“Fokus ketiga adalah bisnis syariah, yang tentu ada banyak sekali bisnis-bisnis yang terkait dengan ekonomi syariah yang sudah dikembangkan dan digalakkan di Indonesia,” ujar Kamaruddin.
Fokus terakhir atau keempat, kata Kamaruddin, yaitu terkait keuangan sosial seperti zakat dan wakaf.
“Jadi zakat dan wakaf ini adalah salah satu instrumen keuangan sosial yang sangat dahsyat, yang potensinya sangat berjasa di Indonesia,” pungkas Kamaruddin.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



