Belitung Timur, Bimas Islam -- Kasubdit Inovasi, Edukasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Wida Sukmawati memaparkan empat indikator keberhasilan Program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Paparan tersebut ia sampaikan saat melakukan verifikasi lapangan terhadap penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Senin (22/5/2023).
“Ada empat indikator kesuksesan dalam program ini. Pertama, arus keuangan keluarga positif. Artinya, mereka tidak mempunyai utang. Kedua, pendapatannya meningkat,” ungkapnya.
“Ketiga, peningkatan aset meningkat. Tadinya, misalnya, dengan adanya usaha itu mereka bisa ‘nyicil’ motor. Tadinya rumahnya kontrak, lama-lama mereka bisa punya rumah walaupun dengan mencicil. Tadinya, misalnya utangnya di sana-sini, dengan adanya program ini, utangnya itu bisa terlunasi. Keempat, kualitas keluarga meningkat,” sambungnya.
Wida mengatakan, penerima manfaat Program Pemberdayaan Ekonomi Umat akan mendapat akses modal Rp10 juta, pelatihan, dan pendampingan selama tiga tahun dari para penyuluh dan LAZ.
“Mereka diajari cara mengelola uang yang Rp10 juta, cara menaikkan omzet dan pemasaran,” jelasnya.
“Program ini bukan program begitu diberi kemudian habis. Tidak. Program ini sustainable, berkelanjutan. Dari 10 bisa menjadi 20, 30, 40 dan seterusnya,” imbuhnya.
Wida juga berharap, program Pemberdayaan Ekonomi Umat yang tengah digalakkan Direktorat Zakat dan Wakaf ini mampu menciptakan usahawan muda.
“Kita dampingi para UMKM ini untuk menjadi usahawan muda muslim yang mempunyai kontribusi untuk umat. Minimal bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Wida juga meminta komitmen para penerima manfaat untuk selalu mengikuti seluruh kegiatan, seperti menghadiri pertemuan dan mengikuti proses pendampingan oleh Penyuluh Agama Islam di KUA Manggar atau LAZ Rumah Zakat.
Ba/Mr



