Jakarta, Bimas Islam --- Pakar Falak dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama, Asadurrahman mengatakan, sejarah ilmu falak penting untuk diketahui. Hal itu disampaikan Asadurrahman saat mengisi Kaderisasi Tenaga Hisab dan Rukyat Nasional di Jakarta, Selasa (16/11).
"Banyak sekali ilmu-ilmu falak yang asalnya dari umat Islam. Misalnya perputaran bumi mengelilingi matahari, meski dalam ilmu modern disebutkan orang yang pertama kali menemukan bumi mengelilingi matahari itu Copernicus," ujar Asadurrahman.
Padahal, kata dia, Copernicus justru terinspirasi dari pendapat seorang ilmuwan Muslim. Namun dalam karyanya, Copernicus tidak mencantumkan nama ilmuwan Muslim yang telah memberinya inspirasi terkait teori yang menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari (teori heliosentris).
"Ternyata teori yang diklaim milik Copernicus itu sudah didahului oleh ilmuwan Muslim, yang sayang dalam tulisan Copernicus itu tidak menyebutkan siapa yang lebih dulu mengemukakan pendapat bahwa bumi beredar mengelilingi matahari," jelasnya.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag itu, Asadurrahman kembali menegaskan bahwa mengetahui sejarah ilmu falak menjadi penting.
"Saya hanya menyampaikan saja. Ini jadi pelajaran bagi kita semua bahwa belajar sejarah ilmu falak juga penting. Ini artinya bahwa ilmuwan-ilmuwan Muslim harus selalu berkesinambungan dalam menelaah ilmu-ilmu yang telah dijabarkan," katanya dalam kegiatan yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan itu.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



